KMedTrip

Checklist persiapan berobat ke Korea dari Indonesia: visa, dokumen, uang, obat, dan barang bawaan

By KMedTrip editorial · Updated · Written with AI assistance · Reviewed by KMedTrip native-speaker review team

Panduan ini adalah informasi umum, bukan nasihat medis. KMedTrip dikelola oleh fasilitator pasien asing yang terdaftar pada pemerintah Korea untuk membantu pasien dari luar negeri mengatur perawatan medis. Kami tidak merekomendasikan, tidak memeringkat, dan tidak menerima bayaran dari rumah sakit atau klinik mana pun.

Perjalanan berobat punya lebih banyak hal yang perlu disiapkan daripada liburan biasa. Anda perlu:

Pakai checklist ini dalam beberapa minggu sebelum berangkat. Aturan masuk negara dan aturan obat bisa berubah. Cek halaman resmi menjelang tanggal keberangkatan.

Poin penting

Garis waktu sederhana

KapanYang dilakukan
Secepat mungkin (1–2 bulan sebelum)Cek masa berlaku paspor. Tanyakan klinik dokumen dan tes apa yang diperlukan. Tentukan jenis visa.
Beberapa minggu sebelumAjukan visa. Kumpulkan rekam medis. Cek apakah ada obat yang perlu izin untuk dibawa ke Korea.
Setelah visa keluarPesan tiket yang bisa diubah dan penginapan.
3 hari sebelum tibaIsi e-Arrival Card (kartu kedatangan online) jika Anda memilih versi online.
Seminggu sebelumLakukan pemeriksaan akhir di bagian bawah panduan ini.

Dokumen

Tujuh ikon dokumen bernomor dalam daftar periksa. Gambar buatan AI.

Gambar 1. Dokumen yang perlu disiapkan. ① Paspor (berlaku 6 bulan lebih) dan salinannya. ② Visa (untuk paspor Indonesia; warga negara lain mungkin K-ETA). ③ e-Arrival Card (dalam 3 hari sebelum tiba). ④ Tiket pesawat dan alamat penginapan dalam huruf Korea. ⑤ Konfirmasi jadwal klinik. ⑥ Dokumen asuransi. ⑦ Kontak darurat.

① Paspor

② Visa

Pemegang paspor Indonesia memerlukan visa untuk masuk ke daratan Korea. Ada dua pilihan yang sering dipakai:

VisaUntuk siapaCatatan
C-3-3 (visa wisata medis)Pasien yang datang untuk tindakan, termasuk bedah kosmetik, dan keluarga pendampingIzin tinggal 90 hari atau kurang (Medical Korea, diakses Okt 2026). Biasanya perlu konfirmasi jadwal dari fasilitas medis di Korea dan dokumen kesehatan. Bisa diajukan sendiri atau lewat fasilitator/agen medis yang terdaftar.
C-3-9 (visa kunjungan wisata)WisatawanDokumen antara lain paspor, formulir, surat keterangan kerja, dan bukti keuangan (Kedutaan Korea di Indonesia, diakses Okt 2026).

Jika tujuan utama Anda berobat, tanyakan ke kedutaan atau pusat aplikasi visa visa mana yang tepat. Jangan mengaku hanya berwisata jika tujuan Anda berobat. Untuk perawatan lebih dari 90 hari, ada visa G-1-10. Penjelasan lengkap ada di panduan visa medis C-3-3.

Pengecualian Jeju: pemegang paspor Indonesia bisa masuk Pulau Jeju tanpa visa, jika terbang langsung ke Jeju dan tidak ke bagian Korea lain. Ini tidak berlaku untuk ke Seoul.

③ e-Arrival Card

Korea punya kartu kedatangan online.

④–⑦ Dokumen lain (kertas dan digital)

Rekam medis yang perlu dibawa

Map berisi lima dokumen, di samping kotak obat dalam kemasan asli dan resep. Gambar buatan AI.

Gambar 2. Rekam medis dan obat yang perlu dibawa. ① Ringkasan riwayat kesehatan. ② Daftar obat yang sedang diminum. ③ Alergi. ④ Hasil tes terbaru. ⑤ Kontak dokter Anda di Indonesia. ⑥ Obat dalam kemasan asli dengan resep.

Catatan yang lengkap membantu tim medis di Korea merencanakan dengan aman. Ini juga membantu dokter Anda di Indonesia nanti. NHS dan CDC sama-sama menekankan pentingnya berbagi informasi kesehatan dan menyimpan salinannya (diakses Okt 2026).

Siapkan ini, sebaiknya dalam bahasa Inggris:

HalIsinya
① Ringkasan riwayat kesehatanPenyakit, operasi sebelumnya, masalah dengan pembiusan
② Daftar obatNama obat (nama generik lebih baik), dosis, dan seberapa sering diminum. Termasuk suplemen, vitamin, dan jamu atau obat herbal.
③ AlergiObat, lateks, makanan
④ Hasil tes terbaruYang diminta klinik, seperti tes darah, EKG (rekam jantung), atau rontgen dan CT gigi
⑤ Kontak dokter di IndonesiaSupaya bisa dihubungi jika perlu

Langkah demi langkah:

  1. Tanyakan klinik catatan dan tes apa yang diperlukan.
  2. Minta salinannya dari dokter atau rumah sakit di Indonesia. Minta dalam bahasa Inggris jika bisa.
  3. Kirim yang diminta klinik sebelum berangkat.
  4. Bawa salinan kertas dan simpan salinan digital di ponsel.

⑥ Membawa obat ke Korea

Rencanakan juga setelah pulang

Sebelum meninggalkan Korea, minta salinan catatan:

Buat janji kontrol dengan dokter atau dokter gigi di Indonesia untuk setelah Anda pulang.

Uang dan pembayaran

Enam ikon di sekitar dompet: kartu, uang kertas, kartu transportasi, struk, panah tukar uang, dan amplop. Gambar buatan AI.

Gambar 3. Hal soal uang yang perlu direncanakan. ① Kartu (beri tahu bank). ② Sedikit uang tunai won Korea. ③ Kartu transportasi (T-money). ④ Cara bayar klinik dan kuitansi. ⑤ Perubahan kurs. ⑥ Dana darurat.

Aturan membawa uang tunai:

SaatAturan
Keluar dari IndonesiaMembawa uang tunai atau instrumen pembayaran lain senilai Rp100 juta atau lebih wajib dilaporkan ke Bea dan Cukai. Untuk uang tunai rupiah Rp100 juta atau lebih, juga perlu izin Bank Indonesia (Setkab, diakses Okt 2026).
Masuk ke KoreaUang tunai dan alat bayar lebih dari USD 10.000 (atau setara) wajib dilaporkan ke Bea Cukai Korea (Korea Customs Service, diakses Okt 2026).

Lebih aman membayar biaya besar dengan kartu atau transfer resmi, bukan membawa uang tunai banyak. Lihat panduan tukar uang dan pembayaran di Korea.

Pengembalian PPN untuk tindakan kosmetik: sudah berakhir. Korea dulu mengembalikan PPN (pajak pertambahan nilai) untuk sebagian tindakan kosmetik bagi wisatawan asing. Program itu berakhir 31 Desember 2025. Per Oktober 2026, usulan untuk menghidupkannya kembali belum disahkan. Jangan hitung pengembalian ini dalam anggaran. Cek berita sebelum berangkat.

Barang bawaan untuk pemulihan

Barang bawaan dilihat dari atas dengan sembilan penanda bernomor. Gambar buatan AI.

Gambar 4. Barang yang dibawa untuk pemulihan. ① Baju longgar yang terbuka di depan. ② Sepatu datar dan jaket tipis. ③ Pelindung matahari. ④ Bantal leher dan penutup mata. ⑤ Obat rutin plus beberapa hari tambahan. ⑥ Pengisi daya dan colokan (220 V, dua kaki bulat). ⑦ Camilan dan botol minum. ⑧ Buku catatan untuk pertanyaan. ⑨ Stoking kompresi, hanya jika disarankan.

Pikirkan bagaimana kondisi Anda setelah tindakan, bukan sebelumnya:

  1. Baju longgar yang terbuka di depan (berkancing atau beresleting). Mudah dipakai tanpa mengangkat tangan atau menarik baju lewat wajah. Untuk yang berhijab, bawa model hijab instan atau yang tidak perlu banyak peniti di sekitar wajah, jika dokter mengizinkan.
  2. Sepatu datar yang nyaman dan jaket. Korea punya empat musim. Musim dingin (sekitar Desember–Februari) bisa jauh di bawah nol derajat, jadi bawa pakaian hangat jika berangkat di musim itu.
  3. Pelindung matahari: topi, kacamata hitam, dan tabir surya yang disetujui dokter.
  4. Bantal leher dan penutup mata untuk penerbangan malam, dan untuk tidur setengah duduk jika disarankan.
  5. Obat rutin, cukup untuk seluruh perjalanan plus beberapa hari tambahan.
  6. Pengisi daya ponsel dan colokan. Korea memakai listrik 220 volt 60 Hz, dengan stopkontak dua lubang bulat (VISITKOREA, diakses Okt 2026). Colokan dua kaki bulat yang dipakai di Indonesia umumnya bisa masuk. Tetap cek label tegangan di pengisi daya Anda.
  7. Camilan dan botol minum. Camilan halal dari rumah membantu di hari-hari pertama. Makanan lunak bisa membantu setelah perawatan gigi atau wajah. Ikuti saran klinik. Lihat panduan makanan setelah tindakan.
  8. Buku catatan kecil atau catatan di ponsel untuk pertanyaan, jam minum obat, dan langkah perawatan.
  9. Stoking kompresi (kaus kaki ketat yang membantu aliran darah), hanya jika dokter menyarankan untuk penerbangan.

Sisakan ruang di koper. Setelah operasi, hindari mengangkat koper berat. Saat kembali ke bandara, pilih transportasi yang tidak banyak jalan kaki.

Pemeriksaan akhir: seminggu sebelum berangkat

Kalender satu minggu dengan lima ikon centang. Gambar buatan AI.

Gambar 5. Lima pemeriksaan akhir seminggu sebelum berangkat. ① Konfirmasi jadwal secara tertulis. ② Konfirmasi penginapan dekat klinik. ③ Simpan alamat dan nomor 119 secara offline. ④ Pasang dan coba internet ponsel. ⑤ Atur siapa yang akan membantu Anda.

  1. Konfirmasi tanggal dan jam janji secara tertulis (email atau pesan).
  2. Konfirmasi penginapan dekat klinik dan cocok untuk beristirahat.
  3. Simpan secara offline: alamat penginapan dalam huruf Korea, alamat klinik, nomor koordinator, dan nomor darurat Korea 119.
  4. Siapkan internet ponsel (eSIM, SIM, atau paket roaming) dan coba. Lihat panduan eSIM dan roaming.
  5. Atur siapa yang akan membantu Anda selama pemulihan, di Korea atau di rumah. Panduan kesehatan perjalanan Inggris menekankan pentingnya merencanakan siapa yang merawat Anda selama perjalanan dan setelah pulang (TravelHealthPro, diakses Okt 2026).

Pertanyaan umum

Apakah pemegang paspor Indonesia perlu K-ETA? Tidak. K-ETA hanya untuk warga negara bebas visa. Pemegang paspor Indonesia perlu visa untuk masuk ke daratan Korea. Pengecualiannya hanya Pulau Jeju jika terbang langsung ke sana.

Visa apa yang dipakai untuk berobat? Biasanya visa C-3-3 (visa wisata medis), dengan izin tinggal 90 hari atau kurang (Medical Korea, diakses Okt 2026). Tanyakan ke kedutaan atau pusat aplikasi visa untuk kasus Anda.

Berapa lama proses visa Korea di Indonesia? Halaman Kedutaan Korea di Indonesia menyebut minimal 6 hari kerja (diakses Okt 2026). Bisa lebih lama, jadi ajukan jauh hari.

Kapan mengisi e-Arrival Card? Mulai 3 hari sebelum tiba. Gratis (panduan e-Arrival Card, per Okt 2026). Kartu kertas di pesawat atau bandara juga masih bisa dipakai.

Boleh membawa obat rutin? Biasanya boleh untuk pemakaian pribadi, dalam kemasan asli dengan resep atau surat dokter. Sebagian obat yang diawasi ketat perlu izin sebelum berangkat. Cek lebih awal.

Apakah masih ada pengembalian PPN untuk tindakan kosmetik? Tidak. Program itu berakhir 31 Desember 2025, dan per Oktober 2026 belum dihidupkan lagi. Cek berita sebelum berangkat.

Sumber

Jika Anda butuh bantuan merencanakan perjalanan, Anda bisa bicara dengan koordinator.

More guides